fbpx

Apartemen adalah rumah yang dibutuhkan generasi milenial

Jika kita sering memperhatikan, rumah rumah tapak mulai terus tergeser hingga ke pinggir kota dan mulai digantikan dengan apartemen atau rumah vertical. Bukan karena masalah bisnis dan keuntungan para pengusaha, tapi karena memang apartemen adalah solusi untuk tempat tinggal khususnya untuk kota kota padat dan dinamis seperti Jakarta.

Pada dasarnya jika dibandingkan dengan rumah, apartemen memiliki biaya yang jauh lebih rendah. Namun karena generasi sebelum milenial mengartikan rumah sebagai bangunan sendiri dengan taman dan berada di perkotaan yang membuat apartemen menjadi terlihat mahal karena dianggap bukan orientasinya dan tidak memiliki tanah masing masing, dan ini adalah pemikiran yang suka tidak suka harus dirubah. Kabar baiknya adalah generasi milenial sudah banyak yang sadar akan kebutuhan apartemen sebagai tempat tinggal dbandingkan rumah tapak, seperti negara-negara maju lainnya yang tanah lebih banyak digunakan untuk failitas umum dan niaga.

Milenial adalah generasi yang selalu berfikir idealis, dinamis dan mencari solusi. Jadi bagi mereka banyak yang tidak segan untuk merubah pola pikir dan kebiasaan hidup yang memang seharusnya mulai ditinggalkan. Untuk tidak terlihat subjektif, mari kita simak penjelasan mengapa teori ini relevan.

Tanah yang mulai terbatas, dan habis

Sudah tidak perlu menunggu lagi untuk melihat apakah tanah di kota kota besar dan kota padat penduduk mulai kehabisan tanah. Mari kita bandingkan tanah residensial atau tanah penduduk dengan fasilitas umum. Dari fasilitas umum, perkantoran dan rumah, yang paling memungkinkan untuk dirubah sistemnya adalah rumah sebagai tempat tinggal menjadi apartemen. Konsep ini yang digunakan negara negara maju yang sadar akan tanah sebagai pendukung kemajuan kota. Ketika tanah semakin sedikit, maka harga tanah juga akan melambung tinggi yang membuat isu bahwa milenial akan lebih sulit memiliki rumah. Dengan ini maka akan banyak rumah yang sudah tidak cukup menampung anggota keluarga dan semakin banyak tuna wisma karena harga rumah yang sudah tidak akan bisa diraih dan apartemen yang mulai kehabisan karena proses membangunnya tidak sebulan dua bulan.

Bencana banjir yang menjadi masalah umum untuk negara perairan

Di awal tahun 2021, banjir mulai melanda lagi untuk banyak kota termasuk Jakarta dan sekitarnya. Tidak melihat perumahan residensial, perumahan menengah ke bawah ataupun perumahan pinggir kota, banjir akan tetap melanda. Itu adalah resiko Indonesia sebagai negara perairan.

Generasi milenial adalah generasi yang padat agenda dan produktif karena sadar bahwa kehidupan akan semakin kompetitif dan sulit, sehingga hal seperti banjir dan harus membenahi rumah setiap banjir adalah hal yang sangat dihindari. Oleh karena itu apartemen menjadi solusi bagi mereka terutama penduduk kota Jakarta dan kota besar lainnya karena banjir tidak akan melanda masuk ke dalam rumah.

Harga yang lebih dapat dijangkau dibandingkan rumah

Berbicara dengan harga, erat kaitannya antara demand dan supply. Sederhana, demand yang akan selalu naik karena pertumbuhan penduduk tidak selaras dengan supply yaitu lahan untuk membangun. Akibatnya adalah harga tanah yang melambung tinggi terus menerus akan naik dan fasilitas umum yang kemungkinan akan dikorbankan. Jika tidak dirubah maka siklus seperti ini akan terus berulang hingga semakin banyak tuna wisma atau rumah yang sudah tidak kuat menampung anggota keluarga yang tinggal. Apartemen dari sisi manapun akan memberikan harga yang lebih masuk akal ditambahan pembangunan terus menerus yang membuat harga mulai terus bersaing dan berpengaruh kepada industry bahan bangunan yang juga menaikkan supply mereka sehingga harga juga ikut menurun. Jika saat ini rumah untuk masyarakat menengah saja harga yang dibayarkan minimal 500 hingga 700 juta untuk 1 hingga 2 kamar, bagaimana masa yang akan datang nanti?

Lebih Praktis, Dinamis dan Produktif

Rumah residensial atau perumahan pada umumnya memerlukan waktu untuk membersihkan rumah, atau harus menempuh waktu minimal 1 jam untuk pergi bekerja atau kegiatan lainnya diluar karena macet dan jauh. Tempat tinggal yang dekat kemana-mana, fasilitas ada disekitar tempat tinggal dan nyaman menjadi rumah idaman untuk semua orang. Hal hal itu yang sebenarnya sudah ada di apartemen. Dekat kemana-mana karena letaknya yang pada umumnya ditengah kota, fasilitas yang nyaman dan ada di area Gedung dan tidak perlu memakan waktu yang Panjang untuk merapihkan dan membersihkan rumah. Sangat cocok untuk milenial yang hidupnya dinamis, praktis dan sangat produktif.

Pergeseran makna tempat tinggal ideal

Generasi sebelum milenial selalu membayangkan rumah dengan halaman yang asri, menghadap kota dengan menyapa tetangga dan memiliki tanah sendiri yang suatu saat mereka bisa turunkan atau renovasi. Namun jika kondisinya sama seperti dahulu, itu benar rumah seperti itu adalah impian semua orang. Namun disaat seperti ini hal tersebut adalah mustahil. Taman yang sedikit karena rumah mulai diperlebar untuk menampung anggota keluarga baru, jalanan padat dan macet, tetangga yang sibuk dengan urusannya masing masing dan terkadang privasi sebuah rumah juga hilang oleh orang-orang yang tidak menganggapnya penting.

Generasi saat ini memaknai rumah atau tempat tinggal sebagai tempat untuk beristirahat dengan nyaman, atau menghabiskan waktu di rumah dengan tenang pada akhir pekan untuk sekedar menyantai menonton film favorit dan berdanda dengan pasangan.

Bukan berarti semua orang harus mempunyai apartemen, tapi ini bisa membuka pemikiran masyarakat bahwa tinggal di apartemen sama hebatnya dengan rumah pribadi, tidak ada yang salah dengan itu dan justru tinggal di apartemen dapat menjadi solusi untuk dapat hidup di masa depan yang dinamis. Lagi pula jika kita berpindah tempat, unit kita bisa menjadi investasi bulanan atau dapat dijual Kembali.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *